
A. Pengertian Perkembangan Psikologi Remaja dan Pemuda
Remaja adalah waktu manusia berumur 13-18 tahun, pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan bai saat ini maupun masa yang akan datang. Pemuda adalah mereka yang berumur antara 18-35 tahun.
Perkembangan merupakan suatu proses perubahan dalam diri individu yang bersifat kualitatif atau fungsi psikologi yang berlangsung secara terus menerus kearah yang lebih baik. Perkembangan psikologi pada remaja atau pemuda ditandai dengan adanya beberapa tingkah laku baik tingkah laku positif maupun negative. Pada dasarnya, perubahan tingkah laku remaja atau pemuda sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Sehingga remaja dan pemuda haruslah berhati-hati dalam pergaulan karena melalui pergaulan psikologi seseorang juga terbentuk.
B. Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Pertumbuhan Remaja
Masa remaja adalah masa dimana sering kali menjadi masa yang sulit dalam perkembangan anak, khususnya ketika anak sudah mulai menginginkan sedikit kebebasan akan tetapi kebebasan tersebur harus diberikan dengan pengawasan yang sepantassnya pula oleh orang tua. Akan tetapi dalam kenyataannya, banyak orang tua yang tidak benar-benar mengawasi anaknya karena faktor pekerjaan atau kesibukan lain, sehingga anak dengan mudah melakukan hal-hal yang mereka inginkan. Selain karena kurangnya pengawasan, hal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan remaja yai tu pergaulan baik di sekolah, lingkungan masyarakat maupun dalam lingkup keluarga. Tetapi yang paling berpengaruh bagi pertumbuhan remaja adalah pengaruh dari keluarga karena keluarga merupakan tempat belajar utama dan pertama bagi setiap anak sehingga dapat dikatakan bahwa jika dalam keluarga tersebut sudah menanamkan hal-hal baik kepada anak sejak dini maka pertumbuhan anak tersebut jugalah baik. Kemudian pengaruh dari lingkungan sekolah yaitu jika suasana belajar mengajar menyenangkan maka anak lebih mudah berinteraksi dan mendapat pengalaman serta emahami lebih cepat. Dengan bersekolah juga dapat menanamkan kedisiplinan kepada anak melalui ajaan dari guru-guru. Lingkungan masyarakat juga mempengaruhi pertumbuhan anak sehingga masyarakat perlu memperlihatkan perilaku-perilaku positif dalam bermasyarakat agar remaja dapat melihat dan mengambil contoh dari sikap masyarakat.
C. Cara menanamkan Nilai-nilai Kristiani pada Remaja Dan Pemuda
Iman dalam Tuhan Yesus Kristus seharusnya merupakan Iman yang hidup yang diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sikap dan tindakan tersebut disebut dengan nilai-nilai(values) yang merupakan standard yang ditetapkan Allah sendiri dalam firman-Nya, dan bukan standard yang ditetapkan oleh manusia . Nilai-nilai yang harus ditanamkan dalam diri remaja yaitu sebagai berikut:
1. Kebenaran : Kita harus memegang kebenaran dan mengajarkannya, yaitu kebenaran berdasar pada Alkitab. Dalam kebenaran ini juga terletak integritas dan kejujuran, yaitu adanya keselarasan antara apa yang dikatakan dan yyang dilakukan.
2. Kesalehan : Kesalehan berbicara tentang hubungan atau relasi kita dengan Allah dan kesederhanaan hidup.
3. Kekudusan : ini merupakan syarat seseorang dapat melihat Allah dan masuk menghadap hadiratnya. Kekudusan mencakup baik pikiran, perkataan, maupun perbuatan.
4. Kesetiaan : Kesetiaan orang Kristen harus didasarkan pada kesetiaan Allah sendiri, yang dengan senantiasa menyertai kita.
5. Keutamaan : semangat untuk memberikan yyang terbaik kepada Tuhan dan sesame tentunyya diilhami oleh Allah sendiri yang telah memberikan pemberian yang terbaik, yaitu Anak-Nya yang Tunggal
6. Kasih : Kasih merupakan cirri kehidupan umat Kristiani yang selalu dinantikan orang-orang disekitar kita. Semua orang percaya diperintahkan untuk menyatakan kasih ini, yaitu mengasishi Tuhan dan Sesama.
Cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada remaja atau pemuda, yaitu sebagai berikut:
1. Memaparkan segala sesuatu secara terbuka, termasuk mengakui kesalahan dan mencoba memperbaikinya
2. Menyediakan bahan-bahan pembinaan rohani, seperti buku renungan remaja
3. Mengizinkan mereka bergabung dengan kelompok pergaulan yang baik dan terarah
4. Menyediakan diri untuk menjadi tempat curhat mereka
5. Memberikan arrguentasi yang jelas terhadap segala hal yang diperbolehkan atau diilarang.
